Berawal dari rasa tidak enak badan yang dialami istriku pada Sabtu malam kemarin menjelang tidur, karena sudah ngantuk banget aku pun tertidur dengan pulasnya. Sekitar jam 2 dini hari, aku terbangun dan masih mendapati istriku sedang menahan nyeri di perutnya dan ternyata dia belum tidur semenitpun semenjak nyeri itu mulai terasa diperutnya. Aku mulai kuatir dan mengajak istriku untuk segera ke rumah sakit, awalnya dia hanya berkata “besok pagi” aja tapi karena nyerinya semakin terasa akhirnya kami segera menuju rumah sakit yang hanya berjarak 250 meter dari tempat tinggal kami.
Nyeri yang dialami istriku sepertinya semakin sering dan teratur, setiap lima menit dia mencari pegangan untuk sekedar menahan sakitnya, kuberikan tanganku untuk diremas atau ditariknya, ingin rasanya aku menggantikan penderitaan yang sedang dialaminya… Dokter muda yang sebelumnya memeriksa sepertinya curiga bahwa istriku akan segera melahirkan karena tanda-tanda kontraksi setiap lima menit sudah dialaminya namun dokter tersebut sangat kuatir mengingat usia kandungan istriku yang masih berada di kisaran 25 Minggu, usia kandungan yang masih terlalu muda.
Pagi harinya datang lagi seorang Dokter yang jauh lebih senior untuk memeriksa keadaan istriku, setelah memeriksa dia langsung berkata “Saya kuatir kamu akan melahirkan hari ini atau mungkin besok” kami akan mencoba untuk berusaha mencegah agar anak kamu tidak keluar terlalu dini karena terlalu riskan untuk lahir ke dunia dengan usia kandungan yang masih sangat muda. Selanjutnya mereka langsung memasang berbagai macam alat di tubuh istriku salah satunya adalah alat monitor jantung untuk memonitor jantung anak kami, Subhanallah detakan jantung itu membuat air mataku menetes bahagia, aku yakin anak kami ingin memberitahu kepada kami untuk bersabar dan memberi tahu bahwa kondisinya baik-baik saja, anakku terus aktif bergerak ke sana ke sini dengan detak jantung yang stabil.
Kami hanya berdua di sini ya Allah tanpa satu orang pun keluarga yang menemani kami pikirku saat itu sambil mengusap2 kepala dan perut istriku yang sekali-sekali masih mengalami kontraksi yang cukup hebat sambil mengajak istriku untuk terus berzikir memohon kemudahan dan kesehatan dari Allah SWT.
Alhamdulillah siang harinya tanda-tanda kontraksi istriku sudah mulai reda, tidak dalam rentang 5 menit sekali seperti sebelumnya, istriku sudah mulai merasa nyaman, Dokter senior itu pun datang kembali dan dia begitu senangnya melihat kondisi istriku yang sudah lebih baik dari sebelumnya. Siang itu juga kami berdua diajak untuk keliling melihat kondisi bayi-bayi prematur yang sedang di rawat di rumah sakit itu agar kami terbiasa kalau-kalau bayi kami juga terlahir prematur ke dunia ini.
Hari ini adalah hari ke empat istriku berada di rumah sakit karena belum mendapat ijin boleh pulang ke rumah oleh dokter, Dokter belum memberikan ijin kecuali jika menurut mereka sudah cukup aman untuk pulang. Alhamdulillah kondisinya sudah jauh lebih baik, kontraksinya sudah tidak ada lagi hanya rasa sakit kalau ada salah posisi saat menggerakkan badan. Insya Allah dalam waktu dekat dia dan anakku bisa menemaniku lagi di rumah, sedih sekali rasanya menjalankan aktivitas sendirian di rumah tanpa adanya istriku dan anak kami yang ada dalam kandungannya.
Kami yakin Allah SWT sedang mendidik kami untuk lebih kuat, untuk lebih sabar, untuk lebih tabah, untuk selalu bersyukur, dan untuk mengajarkan kepada kami bahwa hanya Dia lah yang mampu menolong hamba-hambanya…
Ya Allah, berilah kami kekuatan dan kesabaran dalam menjalani hidup ini, jadikanlah kami sebagai hambaMu yang selalu bersyukur, mudahkanlah segala urusan kami ya Allah.
Ya Allah yang Maha Menyempurnakan Kejadian, sempurnakanlah kandungan istri hamba, sempurnakanlah bayi kami dan sempurnakanlah proses melahirkannya nanti ya Allah, karuniakanlah kepada kami kesehatan, umur yang panjang, keberkahan, iman dan taqwa kepadaMu ya Allah. Amiiiiin…






September 28th, 2011
rizko
Posted in