Install WordPress dengan SQLite

Kalau kita menginstall WordPress dengan memanfaatkan MySQL sebagai databasenya merupakan suatu yang lumrah dan biasa. Bagaimana jika server yang kita miliki benar-benar minimalis sehingga fitur MySQL Database nya ditiaadakan atau dengan kata lain tidak di Install, akankah kita tetep setia menginstall WordPress?

Pada awalnya dengan kondisi yang serba minimalis tentu saja saya akan berpikir untuk mencari blog engine yang lain saja, yang tidak menggunakan MySQL sebagai databasenya. Ada cukup banyak blog engine yang menggunakan Flat FileXML serta SQLite sebagai databasenya, tapi ada hal yang kurang ok karena semua blog engine tersebut bukanlah WordPress yang sudah kadung enak sekali di kelola atau dengan kata lain, saya sudah terlanjur jatuh cinta dengan WordPress hehehe.

Nah setelah browsing sana browsing sini dengan memanfaatkan mbah google, akhirnya saya menemukan tutorial yang ok yang menjelaskan bagaimana cara menginstall WordPress dengan SQLite sebagai databasenya. Perlu diketahui VPS tempat blog ini berada hanya memiliki RAM 50 MB sehingga saya hanya menginstall SSH dan NGINX sebagai software utamanya, sehingga MySQL Server yang boros memory itu tidak saya install di dalam VPS yang fakir memory ini hehehe

Ok, karena tutorialnya menggunakan bahasa Inggris maka di artikel ini saya coba share dalam bahasa Indonesia tentunya disesuaikan dengan gaya bahasa saya hehehe. Perlu diketahui, plugin SQLite ini atau biasa disebut PDO for WordPress terakhir diupdate pada tahun 2010, jadinya untuk tahap awal kita akan menggunakan versi yang cocok dengan plugin SQLite ini yaitu WordPress Engine dengan versi 2.9.2. Baiklah, kita mulai dengan mendownload WordPress dan Plugin PDO SQLitenya:

$ wget http://wordpress.org/wordpress-2.9.2.tar.gz

$ wget http://downloads.wordpress.org/plugin/pdo-for-wordpress.2.7.0.zip

Kemudian, langkah selanjutnya adalah mengextrak kedua file tersebut dengan cara:

$ tar xzf wordpress-2.9.2.tar.gz

$ unzip pdo-for-wordpress.2.7.0.zip

Nantinya akan ada dua folder hasil extrak, yaitu: folder ‘wordpress‘ dan ‘pdo-for-wordpress‘. Langkah selanjutnya adalah mengcopy folder ‘pdo‘ dan file ‘db.php‘ yang ada dalam folder ‘pdo-for-wordpress‘ ke dalam folder ‘wp-content‘ yang ada di dalam folder ‘wordpress‘.

$ cp -a pdo-for-wordpress/pdo wordpress/wp-content

$ cp -a pdo-for-wordpress/db.php wordpress/wp-content

Langkah selanjutnya adalah membuat folder baru yakni folder ‘database‘ di dalam folder ‘wp-content‘ untuk kemudian di chmod 777 agar folder tersebut bisa ditulis.

$ mkdir wordpress/wp-content/database

$ chmod 777 wordpress/wp-content/database

Kemudian rename file ‘wp-config-sample.php‘ menjadi ‘wp-config.php‘ dan selanjutnya edit file ‘wp-config.php’ untuk kemudian kita lakukan sedikit perubahan.

$ mv wordpress/wp-config-sample.php wordpress/wp-config.php

$ nano wordpress/wp-config.php

Langka selanjutnya adalah dengan menambahkan baris perintah berikut ke dalam file ‘wp-config.php‘.

define(‘DB_TYPE’, ‘sqlite’); // Menggunakan SQLite

Setelah baris perintah berikut ini.

define(‘DB_COLLATE’, ”);

Simpan file ‘wp-config.php’ anda dan selesai deh :). Kalau anda mau sedikit rajin, edit baris-baris berikut ini:

define(‘AUTH_KEY’, ‘put your unique phrase here’);
define(‘SECURE_AUTH_KEY’, ‘put your unique phrase here’);
define(‘LOGGED_IN_KEY’, ‘put your unique phrase here’);
define(‘NONCE_KEY’, ‘put your unique phrase here’);
define(‘AUTH_SALT’, ‘put your unique phrase here’);
define(‘SECURE_AUTH_SALT’, ‘put your unique phrase here’);
define(‘LOGGED_IN_SALT’, ‘put your unique phrase here’);
define(‘NONCE_SALT’, ‘put your unique phrase here’);

dengan menuliskan frase unik anda sendiri dengan cara mengunjungi https://api.wordpress.org/secret-key/1.1/salt/  untuk mendapatkan frase uniknya.

Tahap terakhir adalah mengcopy semua file yang ada dalam folder ‘wordpress‘ ke root server anda. Selanjutnya anda tinggal memanggil url berikut di browser anda: http://domainanda.com/wp-admin/install.php

Anda akan dihadapkan pada form yang meminta anda untuk mengisi judul dari blog anda dan tentu saja alamat email anda. Kemudian tekan tombol ‘Install‘, maka anda akan mendapatkan halaman yang berisi kode-kode yang tidak beraturan. Anda tidak perlu kuatir akan hal ini karena anda cukup men-scroll halaman tersebut ke bawah dan anda akan mendapatkan password admin untuk melakukan login ke dalam blog anda, jangan lupa untuk dicatat passwordnya.

Setelah login, anda bisa segera mengganti password anda dan mengupdate WordPress anda ke versi terbaru.

Mudah sekali bukan? jadi gak ada MySQL Server bukanlah masalah dan tidak ada alasan untuk tidak menginstall WordPress tanpa adanya MySQL Server :)

Sumber; http://alien.slackbook.org/blog/pdopowered/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>